MIMIKA, iNews.id - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw meminta para pendulang emas tradisional di Kabupaten Mimika agar yang tidak lagi mendulang butiran emas di kawasan Kali Kabur. Lokasi itu sangat rawan dengan masih bercokolnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sering melakukan serangkaian penembakan dan tindak kekerasan lainnya
"Saudara-saudara yang nonkaryawan (NK), jangan coba-coba keluar sendiri-sendiri ke wilayah-wilayah dalam hutan itu. Sebab saudara yang tidak sepaham dengan kita yaitu KKB, masih ada di sekitar situ. Mohon dengan sangat, pendulang cukup sampai batas di Mile 32 saja. Lebih dari itu jangan lagi," kata Kapolda, Minggu (25/5/2020).
Kapolda meminta para pendulang emas tradisional yang sekarang ini masih melakukan aktivitas pendulangan di kawasan Kali Kabur agar secepatnya kembali ke Timika. Aparat gabungan TNI dan Polri, tetap akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB.
"Masuk keluarnya kelompok ini sulit kita deteksi karena mereka punya jalur-jalur melintas sendiri. Mereka sangat menguasai medan, sedangkan kita punya keterbatasan personel. Jadi, upaya paling efektif untuk mencegah terjadi insiden di sana, yaitu membatasi aktivitas pendulang," kata Paulus.
Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu KKB telah menyatakan area mulai dari Kuala Kencana hingga Tembagapura dan tambang terbuka Grassberg sebagai 'medan perang' dengan aparat TNI dan Polri. Pernyataan itu bahkan dilakukan dalam prosesi adat 'bakar batu'.