"Bahan baku obat itu baru tersedia di pabrik pada awal 2021," katanya.
Lantaran persediaan obat malaria di Mimika terbatas, Dinkes setempat meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan diri agar tidak terinfeksi penyakit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk penyebab malaria yakni anopheles betina.
"Ketika keluar dari rumah pada malam hari menggunakan baju lengan panjang atau tetap tinggal di rumah di antara waktu mulai pukul 18.00 hingga pukul 06.00 WIT," kata dia.
Reynold juga mengimbau warga untuk menjaga lingkungan rumah tetap bersih sehingga tidak menjadi tempat perindukan nyamuk. Tempat-tempat yang potensial menjadi perindukan nyamuk seperti tempat penampungan air, bak mandi, air galon.
Dalam dua pekan terakhir, katanya, terjadi dua kasus kematian di Mimika karena kombinasi serangan malaria dan penyakit penyerta yaitu gagal ginjal.
Dinkes Mimika baru mengetahui kejadian itu setelah pasien dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah dan pada akhirnya meninggal dunia.
"Satu kasus kematian bahkan tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Beberapa hari sebelum pasien meninggal dunia sempat diperiksa darahnya dan ternyata positif terserang penyakit malaria," kata Reynold.