JAYAPURA, iNews.id - Alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI AL di wilayah Papua sudah ketinggalam zaman. Kondisi ini menyebabkan kapal-kapal patroli tak bisa mengejar pelaku kriminal di laut perbatasan negara.
Danlantamal X Jayapura, Laksma TNI Yehezkiel Katiandago mengatakan, kapal-kapal milik TNI sulit menangkap kapal pelaku kriminal. Sebab mereka menggunakan kapal dengan kecepatan 30-40 knot.
"Kita hanya memiliki kecepatan 15 knot," kata Laksma TNI Yehezkiel di Kota Jayapura, Papua, Kamis (15/10/2020).
Dia meyakini, ke depannya akan ada peremajaan alutsista yang dimiliki Lantamal X. Dengan begitu, patroli di perairan-perairan rawan di Papua bisa lebih maksimal.
Sementara Danlanud Silas Papare Jayapura, Marsma TNI Budhi Achmadi mengatakan, belakangan ini memang banyak gangguan dari negara tetangga terkait perdagangan illegal seperti narkotika jenis ganja.