Butuh Paradigma Baru untuk Membangun Papua

Djibril Muhammad
Warga Papua di Sentani, Jayapura. Webinar Vox Point Indonesia mengusulkan agar pembangunan di Papua tidak sekadar mengendankan infrastruktur fisik, namun juga sosial. (Foto: Ilustrasi/Antara).

JAKARTA, iNews.id – Pendekatan pembangunan di Papua sebaiknya tidak sekadar berorientasi pada keberhasilan infrastruktur fisik semata, namun juga pembangunan nonfisik atau infrastruktur sosial. Pembangunan itu juga mesti melibatkan partisipasi aktif masyarakat Papua.

Pentingnya pembangunan infrastruktur sosial dan pelibatan masyarakat itu menjadi pesan dalam webinar Vox Point Indonesia bertajuk “Membangun Papua dengan Paradigma Baru”, Jumat (14/8/2020).

Seminar nasional secara daring ini bermula dari keprihatinan para Voxian mengenai kondisi Papua yang terus bergejolak dari waktu ke waktu. Seminar ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam kerangka akademik sebagai pijakan untuk menganalisis model ‘baru’ pembangunan Papua.

Hadir sebagai narasumber yaitu Mangadar Situmorang (Rektor Universitas Katolik Parahyangan Bandung), Vience Tebay (bidang pendidikan), Innah Gwijangge (bidang kesehatan), John Gluba Gebze (tokoh masyarakat Merauke), Meki Wetipo (Pengurus Pusat KAPP dan Duta Komoditas Papua), John NR Gobai (DPRD Papua), Frans Pekey (Sekda Kota Jayapura), dan Piter Gusbager (Wakil Bupati Keerom).

Para narasumber menyampaikan perspektif berdasarkan pengalaman-pengalaman praktis di bidang masing-masing Demikian pula sebaliknya, hal-hal faktual mengenai kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat Papua menjadi pemikiran dan kajian yang lebih mendalam guna menemukan solusi yang tepat bagi Papua.

Vox Point Indonesia menuturkan, meskipun mustahil membahas semua akar masalah dan solusi Papua dalam waktu singkat, diskusi ini berupaya menggali perspektif para narasumber berdasarkan tiga hal utama yang paling mengemuka bila membicarakan isu Papua.

“Pertama, bidang pendidikan dan kesehatan yang merupakan indikator penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua,” kata Vox Point Indonesia dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2020).

Secara parsial penataan sistem pendidikan dan kesehatan di seluruh Papua menjadi hal yang krusial segera dilakukan. Namun upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua terkendala oleh konflik yang kerap terjadi di wilayah tertentu, khususnya di Pegunungan Tengah, Provinsi Papua.

Selain itu, Papua yang semakin menjadi daerah terbuka harus berkompetisi dengan SDM non-Papua. Hal ini tampak dalam peta demografi Papua yang cenderung dikuasai oleh warga non-Papua, bukan hanya di sektor ekonomi namun juga merambah di sektor politik.

Kedua, Papua tidak akan menjadi perbincangan yang menarik tanpa menghubungkannya dengan kekayaan dan potensi sumber daya alam (SDA) yang terbentang dari Kepala Burung sampai perbatasan Papua Nugini. Apakah kekayaan SDA Papua adalah berkah atau bencana?

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

Mendikdasmen Pastikan Anak di Pulau Terpencil Papua Wajib Dapat Pendidikan Layak

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal