Aktivis Muda Papua Kritisi Pemerintah Tangani Kerusuhan di Papua

Chanry Andrew Suripatty
Aktivis muda Papua Arkilaus Baho. (Foto: iNews.id/Chanry Andrew Suripatty)

Sekarang, pola itu kembali dilakukan dalam menghadapi reaksi orang Papua menentang rasisme.

"Beberapa orang Papua, eks menteri, dan legislatif Papua, politisi dan pemuda, dikumpulkan, lalu di opinikan sebagai tokoh macam-macam. Seolah-olah, dengan menonjolkan tim bayangan tersebut, rakyat Papua percaya dan selesai masalahnya," ujar Arki.

Dia menjelaskan, Bendera Bintang Kejora dikibarkan bukan hanya di Istana, hampir semua aksi demo protes yang dilakukan orang Papua melawan rasisme, mereka membawa bendera tersebut. Di Papua maupun Papua barat.

Kenapa mereka membawa bendera? Itulah ekspresi bahwa harga diri orang Papua tidak bisa dilecehkan.

"Saya pikir, orang lagi marah atau jengkel, apalagi dilakukan oleh oknum aparat TNI berseragam, itu keterlaluan," ucapnya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah jangan reaktif dengan simbol simbol belaka, sebab simbol bukan solusi mensejahterakan rakyat Papua.

Pemerintah seharusnya mengesampingkan nasionalisme simbol dan mengedepankan nasionalisme kebangsaan, sebangsa dan se-Tanah Air, masyarakat adil dan makmur. "Fokus ke sana saja ketimbang pusing urusan simbol," ucapnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
12 hari lalu

Polisi Bongkar Peredaran Amunisi Ilegal di Jayapura, Menantu Purnawirawan TNI Ditangkap

13 hari lalu

DPO Pemasok Senjata Api KKB di Papua Ditangkap

17 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Mamberamo Tengah Papua

21 hari lalu

2 Polisi di Jayapura Diperiksa diduga terkait Penembakan, Kapolres Minta Maaf

23 hari lalu

Gempa Bumi Magnitudo 3,7 Guncang Jayapura Papua Malam Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal