Hidup mereka pun sebenarnya nomaden, mengikuti siklus alam. Mereka sangat menjaga hutan. Aktivitas hidup sehari-hari mereka berburu hewan dan memetik hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Mereka disebut sebagai suku dayak yang paling tangguh dan paling berani mempertahankan hutan. Hukum adat Suku Punan, yaitu adat perkawinan dan bulin (larangan), tercatat dalam warisan budaya tak benda Indonesia pada 2011.
Uniknya adat perkawinan mereka, ada mas kawin percobaan selama enam minggu setelah bertunangan. Hal ini untuk menentukan apakah pernikahan mereka akan dilaksanakan atau tidak.
Sempat dianggap telah punah, namun beredar rekaman viral yang memperlihatkan sosok manusia kerdil lari dikejar oleh pengendara motor trail yang sedang menjelajahi hutan.
Beberapa orang pun percaya itu adalah Suku Mante yang mendiami hutan rimba Aceh. Mereka diceritakan bertubuh pendek, berambut tebal dan tidak berbusana.