Dalam tradisi pemakaman Trunyan, jenazah hanya ditutup menggunakan anyaman bambu agar tidak terlihat dari luar. Anehnya, di tempat permakaman ini tidak tercium aroma busuk atau bau tidak sedap.
Menurut masyarakat sekitar, salah satu alasannya ada pohon taru menyan yang cukup besar. Pohon ini dipercaya dapat menghilangkan semua aroma tidak sedap dari jenazah yang telah membusuk.
Suku Toraja di Tana Toraja, Sulawesi Selatan memiliki tradisi unik dalam menguburkan mayat. Mereka menyimpan mayat di dinding tebing bukit yang tinggi. Tempat pemakaman batu ini dikenal dengan Batu Lemo.
Penguburan dilakukan dengan cara melubangi batu, lalu dipahat secara manual. Biasanya satu lubang diisi dengan oleh jenazah yang berasal dari satu keluarga. Setelah lubang ditutup kayu, di depannya diletakkan sebuah patung.
Suku Toraja mempercayai apabila letak makam lebih tinggi, maka akan semakin dekat dengan Tuhan. Meski terkesan seram, Batu Lemo menjadi tempat wisata yang dikunjungi wisatawan dalam maupun luar negeri karena keunikannya.