5 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Nomor 4 Jenazah Bayi Diletakkan dalam Pohon Bergetah yang Dianggap ASI

Tika Vidya Utami
Tim Litbang MPI
Tradisi Pemakaman Trunyan. (Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia dikenal dengan keberagaman budaya dan tradisi. Salah satunya, tradisi pemakaman unik yang dilakukan dengan cara berbeda-beda oleh masyarakat adat di beberapa wilayah. 

Jika biasanya pemakaman dilakukan dengan cara mengubur jenazah di dalam tanah, namun nyatanya di Indonesia ada tradisi unik pemakaman dengan cara membakar mayat. Ada pula suku tertentu yang meletakkan jenazah di dalam lubang pohon bergetah yang dianggap sebagai air susu ibu atau ASI.

Berikut beberapa tradisi unik pemakaman di Indonesia:

1. Upacara Ngaben di Bali

Ngaben merupakan upacara pembakaran jenazah untuk umat Hindu di Bali. Upacara ini diartikan untuk melepas roh dari dunia, mengembalikan unsur Panca Maha Butha ke alam semesta, serta sebagai bentuk keikhlasan keluarga yang ditinggalkan. 

Upacara Ngaben di Bali. (Foto: Instagram @ardibebangkan)

Proses upacara Ngaben biasanya dilakukan secara mewah dan megah. Ngaben juga dilengkapi dengan hiasan dan iring-iringan. Tak hanya jenazah yang dibakar, benda seperti patung hingga persembahan lainnya juga turut dibakar dalam upacara Ngaben. 

2. Tradisi Pemakaman Trunyan di Bali

Selain ngaben, di Bali tepatnya Desa Trunyan yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, memiliki tradisi pemakaman yang unik. Di desa ini, masyarakat yang meninggal dunia tidak dikubur di dalam tanah layaknya jenazah pada umumnya, melainkan akan diletakkan di atas tanah. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung Dimakamkan Berdampingan

57 tahun lalu

Isak Tangis Iringi Pemakaman dr Myta di OKU Selatan, Keluarga Desak Kemenkes Usut Tuntas

57 tahun lalu

Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta Dimakamkan, Keluarga Minta Keadilan

57 tahun lalu

Jenazah Sertu Nur Ichwan Gugur di Lebanon Akan Dimakamkan di Dekat Ayahnya di Magelang

57 tahun lalu

Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal