“Prosesi kembalinya saudara-saudara kita beserta keluarga sebanyak 37 orang berlangsung cukup panjang, sekitar enam bulan. Pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif, humanis, dan penuh kesabaran,” ujarnya dikutip dari iNews Boyolali, Kamis (25/6/2026).
Dia menambahkan kesadaran para anggota untuk kembali muncul demi masa depan keluarga yang lebih baik, setelah melalui komunikasi intensif dengan aparat Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro.
Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan enam pucuk senjata api sebagai barang bukti, termasuk satu senjata organik milik aparat yang sebelumnya sempat digunakan dalam aksi penyerangan.
TNI dan pemerintah berharap kembalinya 37 eks anggota OPM ini dapat memperkuat stabilitas keamanan di Papua Barat, khususnya Kabupaten Teluk Bintuni, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal.