Sementara itu, Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, mengapresiasi dukungan para tokoh agama, pejabat desa, dan kepala pemuda di Desa Bombay yang secara sukarela menyerahkan terduga pelaku penganiayaan kepada polisi.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pejabat Desa, Ketua Pemuda dan Pastor yang telah menyerahkan pelaku bentrok kepada aparat kepolisian,” kata dia.
Latif memandang, penyerahan terduga pelaku tersebut sebagai bentuk dukungan masyarakat setempat atas penegakan hukum bentrok antarwarga. Dia berharap tindakan tersebut bisa dicontoh masyarakat lain.
“Dan apa yang telah dilakukan oleh pejabat Desa, ketua pemuda dan pastor di Desa Bombay diharapkan dapat menjadi role model bagi desa-desa lainnya yang kerap terlibat bentrok di Maluku,” kata dia.
Dia mengharapkan tidak ada lagi bentrok antarwarga dengan alasan apa pun. Sebab, menurut dia, peristiwa tersebut akan sangat merugikan seluruh pihak apabila terjadi.