Cerita Ibu Muda di Maluku, Harus Berpisah dengan Bayi karena Positif SARS-CoV-2

Insany Syahbarwaty
Ilustrasi bayi tengah dirawat. (Foto: Istimewa)

Sesuai aturan pencegahan Covid-19, bayi AZA harus mengikuti tes swab untuk memastikan statusnya karena dilahirkan dari ibu yang positif SARS-CoV-2. Hasilnya positif SARS-CoV-2 sehingga bayi tersebut diisolasi di inkubator ruang khusus. Hasil swab diterima Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, pada 24 Juni.

"Saya, bayi saya dan dua anggota keluarga tes swab, hasilnya positif SARS-CoV-2 tapi belum Covid-19 ya. Kami orang tanpa gejala (OTG), kami sehat tidak ada gangguan pernapasan. Jadi asumsi orang kalau tes swab itu otomatis Covid-19 tidak benar," kata AA.

Akibatnya, bayi AZA tidak bisa bertemu ibunya yang sudah dinyatakan negatif setelah mengikuti swab sebanyak tiga kali. AA diperbolehkan pulang, sementara bayinya belum boleh pulang.

"Suami saya bilang dia tidak bisa bawa pulang bayi kami. Saya langsung lemas, semalaman tidak bisa tidur karena membayangkan bayi sendirian di rumah sakit," kata AA.

AA mengatakan bayinya baru bisa pulang 13 hari setelah dilahirkan. Dia sempat menjenguknya di hari ke-13, sementara suami sudah dua kali.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Dugaan Malapraktik, Keluarga Lapor Polisi usai Bayi Patah Tulang di RSUD Sumba Timur

57 tahun lalu

Diduga Malapraktik, Bayi Patah Tulang usai Operasi Sesar di RSUD Sumba Timur NTT

57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Dilindungi di Probolinggo, ABK Ditangkap

57 tahun lalu

Gempa Hari Magnitudo 5,3 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal