3 Pengibar Bendera RMS di Saparua Jadi Tersangka, Satu Pelaku Residivis

Antara
Ilustrasi bendera Republik Maluku Selatan (RMS). (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Polisi menetapkan tiga orang pengibar bendera separatis RMS di Kecamatan Saparua, Maluku Tengah sebagai tersangka. Salah satu tersangka ternyata seorang residivis kasus yang sama.

Ketiga tersangka yakni FP, AP, dan ML. Ketiganya ditangkap usai mengibarkan bendera RMS pada Sabtu (15/5/2021) di Desa Ulath.

"Satu pelaku berinisial FP merupakan pemain lama atau residivis, sedangkan dua rekannya berinisial AP dan ML merupakan pelaku baru," kata Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda I Leatemia di Ambon, Minggu (16/5/2021).

Dia menjelaskan, ketiga tersangka dijerat Pasal 106 dan Pasal 110 KUHP dengan ancaman penjara 20 tahun hingga seumur hidup. Polisi menyita dua lembar bendera RMS yang dikibarkan para tersangka.

Kronologi kasus ini berawal jelang perayaan Hari Ulang Tahun Pahlawan Nasional Thomas Matulessy alias Kapitan Pattimura digelar di Saparua.  Ketiganya mengibarkan bendera RMS di pohon mangga dekat rumah warga bernama A Manuputty pada Sabtu (15/5/2021) dini hari pukul 02.30 WIT.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Dilindungi di Probolinggo, ABK Ditangkap

57 tahun lalu

Gempa Hari Magnitudo 5,3 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Aleg Perindo Welhelm Kurnala Siapkan Ambulans Laut Atasi Keterbatasan Akses Medis di Aru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal