Kronologi bermula saat korban bersama kekasihnya AN menggugurkan kandungan dengan menelan sebuah pil. Pil itu didapat menggunakan resep dokter palsu yang dibuat DE oknum ASN RSUD Kepahiang. Kemudian pelaku RY yang membeli pil tersebut di apotek.
Menurutnya, ketiga terduga pelaku dijerat Pasal 194 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 56 KUHPidana atau Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000
"Terduga pelaku aborsi satu orang yakni oknum pegawai BUMN yang merupakan pacar korban. Untuk pelaku DE oknum ASN di RSUD Kepahiang dan RY telah diamankan di Mapolres Kepahiang," kata Doni, Jumat (8/4/2022).