Dikepung Banjir, Aktivitas Pasar Tradisional di Pangkalan Bun Terganggu

Sigit Dzakwan Pamungkas
ilustrasi banjir. (Foto: Antara)

PANGKALAN BUN, iNews.id - Hujan yang terus menurus terjadi di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, membuat pasar Tradisonal Indrasari dikepung banjir dengan ketinggian mulai 30 hingga 60 centimeter. Akibatnya, membuat mayoritas pedagang tidak berjualan dan aktivitas perekonomian di pasar pun terganggu. 
   
Seorang pedagang pasar bernama Azis mengatakan, hujan yang terus menerus terjadi di Kota Pangkalan Bun membuat debit air Sungai Arut terus mengalami kenaikan.

Karena kenaikan itu, sambungnya, membuat toko, dan lapak pedagang yang berdekatan dengan bantaran Sungai Arut terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

"Hampir seluruh kios pedagang pakaian dan sembako memilih tutup, dan mengamankan barang dagangannya ke rumah," katanya. 

"Meski dikepung banjir, namun masih ada beberapa pedadang yang membuka tokonya untuk melayani para pembeli yang sudah menjadi langganannya. Yang jelas omset menurun drastis hingga 30 persen," sambungnya.

Editor : Candra Setia Budi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Geger Peredaran Uang Palsu Jutaan Rupiah di Tuban, 3 Pelaku Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Duh! Perempuan Paruh Baya di Tuban Belanja Pakai Uang Palsu di Pasar, Nyaris Diamuk Massa

57 tahun lalu

Terbongkar! Penyelundupan Solar Subsidi di Tanjung Perak Digagalkan, 930 Liter Disita

57 tahun lalu

Kebakaran Pasar Gatak Grobogan, 20 Kios Milik Pedagang Ludes Dilalap Api

57 tahun lalu

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit di Bandung Meroket hingga Rp100.000 per Kg

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal