Pertama, latihan ground training (mengenal parasut, melipat dan memperbaiki, cara pendaratan yang benar dan latihan loncat dari menara 34 kaki). Kedua latihan meloncat dari menara 250 kaki. Ketiga selama sepekan mengikuti praktik melaksanakan tiga kali terjun tanpa perlengkapan, satu kali terjun siang dengan perlengkapan tempur serta satu kali terjun malam lengkap dengan perangkat tempur.
Selain itu, Pasukan Katak juga mendapat keahlian terjun laut dengan perlengkapan khusus dari pesawat dan helikopter atau dikenal water jump.
Tahapan berikutnya, siswa Pasukan Katak harus mampu melaksanakan sabotase, kontra sabotase serta intelijen tempur. Materi dengan konsep blue jeans soldier ini dilakukan selama dua bulan sebagai lanjutan materi serupa yang telah mereka terima pada tahap Komando.
Mereka harus bisa mendata, mencari tahu berapa komposisi jumlah musuh, kapan saat lengah, demografi, menggalang simpatisan dan waktu yang tepat untuk operasi penyerbuan/penyergapan secara senyap tanpa diketahui musuh.
Setelah melalui tahapan tadi, sampailah pada tahapan terakhir dari pendidikan Kopaska, yaitu pendidikan penghancuran bawah air sebagai Underwater Demolition Team (UDT).