“Yang kita uber paling tinggi Teng Bun Ket, Ling Kek Bun, sekelasnya komandan kompi. Sedangkan dia panglima. Kita nguber-uber dia setengah mati nggak bakal ketemulah,” katanya.
Kepada Hendropriyono, Bong Khee Chok juga ikut menunjukkan bekas lukanya saat berperang melawan TNI. Mantan panglima PGRS itu mengaku terluka di tangan karena granat buatan Indonesia.
“Kata dia, nih saya luka gara-gara granat, saya mau lempar malah meledak di tangan. Granat Pindad nih,” ucapnya.
Pertemuan itu berakhir. Namun, setelah reuni mereka, Hendropriyono mengajak Bong Khee Chok ke Jakarta. Adik Bong Khee Chok, Bong Khun juga turut menyusul dari Serawak.
Mereka bertemu dengan dua jenderal Kopassus, Letjen Purnawirawan Prabowo Subianto dan Jenderal Purnawirawan Luhut Pandjaitan saat itu. Tepat saat itu, Hendropriyono ulang tahun ke-50.