Wabup Trenggalek Menghilang, Soekarwo Bantah Ada Tekanan Politik

Ihya Ulumuddin
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (Foto: Sindonews)

Soekarwo mengurai, sesuai peraturan, kepala daerah tidak boleh ke luar negeri. Kecuali memang karena ada tugas negara. Dia menegaskan, semua kepala daerah wajib tunduk pada aturan. "Kalaupun bepergian ke luar negeri itu bukan tugas negara, maka harus ada izin. Misalnya umrah, boleh. Tetapi harus izin. Aturannya begitu," ujarnya. 

Seperti diberitakan, PDIP langsung bereaksi atas kabar "menghilangnya" Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin (Ipin). Mereka menilai bahwa kepergian Ipin untuk menepi dan menenangkan diri. Alasannya, Ipin banyak ditekan lawan politik, menyusul suksesi wakil bupati seiring pergantian dirinya menjadi bupati menggantikan Emil Elestianto Dardak. 

"Di Trenggalek memang lagi ramai isu tekanan politik itu. Ada pihak yang memaksa Mas Ipin menyetujui sosok wabup dan sekda baru. Padahal, mungkin Mas Ipin kurang sreg dengan sosok-sosok itu. Kan ke depan ini Mas Ipin perlu sosok yang bisa diajak berlari membangun Trenggalek, jadi bukan hasil titipan atau tekanan," kata Ketua DPC PDIP, Doding Rahmadi.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal