Wabup Trenggalek Menghilang, Soekarwo Bantah Ada Tekanan Politik

Ihya Ulumuddin
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (Foto: Sindonews)

SURABAYA, iNews.id - Klaim adanya tekanan politik di balik kepergian Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin (Ipin) dibantah Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo. Orang nomor satu di Jatim ini enggan mencari kambing hitam, dan memandang persoalan Ipin sesuai fakta.  

"Tekanan politik apa. Onok-onok wae (ada-ada saja). Wong dilantik (jadi bupati) saja belum," katanya, Selasa (22/1/2019).

Soekarwo menjelaskan, pergantian wakil bupati sudah ada aturaanya. Antara lain, yang mengusulkan adalah partai pengusung. Karenanya, hal itu tidak perlu diperdebatkan. "Itu (pergantian wakil bupati) sudah ada aturannya. Belum ada proses ke sana," katanya. 

Karena itu, Soekarwo tidak melihat ada unsur politis dalam kasus "menghilangnya" Ipin ini. Sebaliknya, hal itu murni pelanggaran aturan. Kepala daerah tidak boleh meninggalkan tugas lebih dari satu minggu tanpa keterangan (izin). 


"Jadi ini alasannya melanggar peraturan perundang-undangan gitu saja. Kalau ada tekanan, ya karena Undang-undang. Dia pergi tanpa izin," ucap politisi Partai Demokrat ini. 

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal