Orang nomor satu di Jatim ini menambahkan, saat ini laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan PCR meningkat dari 11 laboratorium rujukan menjadi 27 laboratorium rujukan. Serta, untuk pemeriksaan TCM meningkat dari 12 laboratorium menjadi 17 laboratorium. "Dengan peningkatan laboratorium ini pemeriksaan secara kumulatif naik dari 43.296 menjadi 53.503 test dalam satu minggu," imbuhnya.
Selain itu, untuk memastikan optimalisasi pemeriksaan swab Dinkes Jatim juga telah melatih dan mengerahkan pegawai Puskesmas dan RS di 38 kabupaten/kota. Dengan dukungan SDM yang memadai, jumlah rapid test yang masif, dan tersedianya mesin PCR maka deteksi Covid-19 di Jatim akan lebih cepat.
Selain itu, tracing ratio juga diharapkan makin meningkat dimana 1 pasien minimal bisa ditemukan 20 kontak eratnya sehingga bisa segera dites dan isolasi. "Kita yakin, dengan deteksi dan tracing yang lebih baik, maka penyebaran Covid-19 di Jatim bisa segera dihentikan," kata Khofifah.