SURABAYA, iNews.id - Pemprov Jatim terus memasifkan pelaksanaan Rapid Test, Tes Cepat Molekuler (TCM), dan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk menjangkau deteksi kasus Covid-19 di 38 kabupaten dan kota. Tes ini khususnya diutamakan bagi orang tanpa gejala (OTG) hingga bagi para Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dengan testing dan tracing yang masif, akan terjadi peningkatan jumlah kasus positif Covid-19. Bahkan, berdasarkan data yang ada, dalam seminggu terakhir konfirmasi yang terdeteksi juga terus meningkat.
"Sampai hari ini, rapid test yang dilakukan di Jatim menjadi yang tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 213.211. Di mana, sebanyak 198.160 tes dilakukan oleh dinkes kabupaten/kota dan 16.051 oleh tim Covid-19 Hunter Jatim," ujar Khofifah, Senin (22/6/2020).
Jumlah rapid test massal ini, lanjut Khofifah, juga lebih tinggi dari beberapa wilayah di Jawa. Antara lain berdasarkan data website resmi dari DKI Jakarta jumlah rapid test-nya sebanyak 198.160 dan Jawa Barat sebanyak 156.674 tes.
"Untuk tim Covid-19 Hunter yang diterjunkan Pemprov Jatim telah melakukan testing di 19 kabupaten/kota. Dan berhasil melakukan tes sebanyak 16.051 test dengan hasil 496 reaktif yang selanjutnya di swab dan ditemukan 115 kasus positif," kata Khofifah.