"Alhamdulillah senang sekali. Waktu pertama melihat Ka'bah rasanya campur aduk, sampai menetes air mata. Di sana ibadah lancar, petugas juga banyak membantu. Sekarang lebih senang lagi karena bisa pulang dan bertemu keluarga," ujarnya dikutip dari iNews Bojonegoro, Sabtu (13/6/2026).
Perasaan serupa disampaikan Sumidi. Menurutnya, perjalanan haji tahun ini menjadi pengalaman yang sangat berharga meski harus menjalani ibadah di tengah cuaca panas ekstrem.
Dia mengaku momen paling membahagiakan adalah ketika tiba di Bojonegoro dan melihat anak serta cucunya sudah menunggu.
"Alhamdulillah semuanya lancar. Memang panas, tapi karena niat ibadah jadi terasa ringan. Yang paling membahagiakan ya saat bus sampai dan melihat anak cucu sudah menunggu. Rasanya lega dan bersyukur sekali," katanya.
Kepulangan jemaah haji tahun ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi momen pertemuan kembali keluarga yang sarat makna.