Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ahli Waris Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci Dapat Santunan Rp54 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Viral Jemaah Haji Lansia Jalan Kaki 34 Km dari Boyolali ke Semarang Penuhi Nazar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:28:00 WIB
Viral Jemaah Haji Lansia Jalan Kaki 34 Km dari Boyolali ke Semarang Penuhi Nazar
Seorang jemaah haji asal Semarang berjalan kaki dari Asrama Donohuan, Boyolali demi memenuhi nazar. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BOYOLALI, iNews.id – Aksi seorang jemaah haji lansia asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyita perhatian warga dan viral di media sosial. Setibanya di Tanah Air, jemaah bernama Haji Mustofa Ismail ini memilih berjalan kaki dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali, menuju rumahnya di Kabupaten Semarang.

Aksi berjalan kaki sejauh 34 kilometer tersebut dilakukan demi menunaikan nazar yang pernah diucapkannya sebelum berangkat menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci.

Momen mengharukan ini sempat terekam oleh video amatir warga. Dalam video tersebut, Haji Mustofa yang merupakan jemaah haji Kloter 23 Kabupaten Semarang, terlihat berjalan kaki mantap melintasi Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali pada Kamis siang.

Jika jemaah haji pada umumnya pulang menggunakan bus rombongan atau dijemput mobil mewah oleh keluarga, Haji Mustofa memilih cara yang berbeda. Ia berjalan kaki menyusuri jalan raya menuju rumahnya di Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

"Nazar ini menjadi bentuk rasa syukur saya kepada Allah SWT atas berkah kesehatan dan kesempatan yang diberikan untuk menunaikan ibadah haji. Selain itu, berjalan kaki ini saya gunakan sebagai sarana untuk terus berzikir serta menjaga kebugaran fisik," ujar Haji Mustofa Ismail, Kamis (11/6/2026). 

Perjalanan sejauh puluhan kilometer ini tentu tidak dilakukan sendirian. Demi menjaga keselamatan sang ayah yang sudah lansia, pihak keluarga memberikan pengawalan melekat selama di perjalanan.

Selama berjalan kaki, Haji Mustofa ditemani adik kandungnya yang ikut berjalan bersama. Putranya, Achmad Mustofa, mengawal dari depan dan belakang menggunakan sepeda motor untuk memastikan jalur aman dari kendaraan lain. 

Di kepalanya, Haji Mustofa tetap mengenakan caping (topi bambu) bertuliskan doa dalam huruf Arab. Caping ini menjadi ciri khasnya sejak berangkat hingga pulang dari Tanah Suci.

"Saya terus mengawasi bapak selama perjalanan. Saya bergerak menggunakan sepeda motor di depan dan belakang bapak untuk memastikan keselamatan beliau selama menempuh perjalanan puluhan kilometer ini," kata sang anak, Achmad Mustofa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut