Soal Pemakaman Pelaku Bom Bunuh Diri, Risma: Saya Menunggu Fatwa MUI

Yudha Prawira
Nursyafii
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

“Jika sudah ada fatwa MUI, saya baru bisa berkomunikasi dengan warga dan menjelaskan seperti apa fatwanya. Sekarang ini saya masih menunggu fatwa MUI, karena ada sebagian warga yang menolak,” ujarnya.

Penolakan bukan hanya datang dari warga di lokasi pemakaman umum Putat Jaya, yang merupakan tanah milik Negara. Namun juga dari warga Dukuh Tembok, Gang V, tempat asal pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Petugas keamanan Kampung Tembok Dukuh Gang V, Arnopld Duscondo mengakui, ada sebagian warga yang menolak jenazah Dita dan keluarganya di Pemakaman Islam Tembok.

“Saya tidak tahu, namun saya dengar warga RW 1 menolak pemakaman di sini. Saya dengar ada pertemuan tertutup yang membahas soal itu,” ujarnya.

Pro dan kontra penolakan pemakaman itu ditakutkan menjadi persoalan di kemudian hari. Alasan warga menolak, sebagai efek jera atas aksi terorisme yang membuat banyak orang menderita. Selain itu, penolakan pemakaman di lokasi tempat tinggal terduga teroris agar perilakunya tidak di tiru orang lain.

Rencananya, jenazah Dita dan keluarganya akan dimakamkan bersama pelaku bom bunuh diri lainnya di Pemakaman Putat Jaya, Sawahan, namun masih menunggu kejelasan sebab di lokasi itu juga ada penolakan dari warga setempat.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral! Puluhan Biduan Dangdut di Jatim Jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Rp1,8 Miliar

57 tahun lalu

Siap-Siap! Pendatang Mengadu Nasib Tanpa Pekerjaan di Surabaya bisa Dipulangkan

57 tahun lalu

Respons Tegas Wali Kota Surabaya Kasus Pengusiran dan Pembongkaran Rumah Nenek Elina

57 tahun lalu

Cegah Tawuran, Surabaya Berlakukan Jam Malam Anak di Bawah 18 Tahun

57 tahun lalu

Profil Eri Cahyadi: Pendidikan, Karier hingga Prestasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal