Santri Nusantara Tuntut Fadli Zon Minta Maaf Terbuka ke Mbah Moen

Rahmat Ilyasan
Jaringan Santri Nusantara saat menggelar aksi unjuk rasa menuntut Fadli Zon minta maaf terbuka ke Mbah Moen atas puisinya. (Foto: iNews.id/Rahmat Ilyasan)

Menurut Ahmad Jazuli, Mbah Moen merupakan kiai sepuh dan sangat dihormati di kalangan NU. Karena itu, para santri bertekad untuk tidak memilih partai maupun capres-cawapres yang didukung Fadli Zon.


Selain berorasi, para santri Nusantara dalam aksinya membentangkan poster berisi kecaman kepada Fadli Zon. Aksi tersebut mendapat pengawalan dari petugas Polrestabes Surabaya untuk mencegah kemacetan di ruas Jalan Gubernur Suryo.

Puisi berjudul “Doa Yang Tertukar” yang ditulis Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon terus menuai kecaman dari masyarakat khususnya kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). 

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menegaskan, NU marah besar kepada Fadli Zon yang menciptakan puisi tersebut. Said Aqil menilai, puisi tersebut sengaja diciptakan Fadli Zon untuk melecehkan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang dinilai sebagai orang tua dari warga NU. 

“Seharusnya, Fadli Zon segera meminta maaf terhadap yang bersangkutan (Mbah Moen) dan warga NU,” kata Said Aqil seusai usai membuka Rakornas NU Care Lazisnu di Pondok Pesantren Diponegoro, Kota Yogyakarta, Jumat (15/2/2019).

Said Aqil menilai sikap Fadli Zon tidak mencerminkan sebagai orang yang beradab dan berakhlak. Sebagai orang yang lebih muda, kata dia, seharusnya Fadli juga menghormati orang yang lebih tua, terlebih kepada Mbah Moen yang merupakan tokoh ulama sepuh NU. “Bagi PBNU, Fadli Zon sadarlah. Kalau dia tidak mau (minta maaf) ya biarlah. Yang jelas, warga NU marah,” ucapnya. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal