"Sekarang setiap orang bisa bisa menjadi wartawan dan pemimpin redaksi. Tetapi kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme," katanya.
Sebelumnya, dalam data yang disampaikan Jokowi, media massa masih mendapat kepercayaan publik yang cukup tinggi dibandingkan dengan media sosial. Pada 2016 tingkat kepercayaan terhadap media konvensional 59 persen dan 45 persen ke media sosial.
Kemudian 2017 mencapai 58 persen dan 42 persen ke media sosial. Lalu pada 2018, ingkat kepercayaan terhadap media konvensional naik menjadi 63 persen dan 40 persen untuk media sosial.
"Dari data itu, semakin ke sini semakin besar kepercayaan publik. Ini harus dipertahankan," ujar dia.