Dia menambahkan, dua di antara empat tersangka, HDJ dan SB pernah menjalani hukuman di Lapas Porong Sidoarjo. Di dalam Lapas, HDJ memanfaatkan orang-orang terdekat keluarga untuk mengendalikan aset-aset yang di luar.
HDJ pun mengendalikan kejahatan narkoba dari dalam Lapas. "Hasil-hasil dari penjualan narkoba yang di luar Lapas, diatur HDJ dengan melibatkan pihak-pihak keluarga dan orang-orang terdekatnya, seperti tetangga," katanya.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka diancam dengan Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU No 35/2009 tentang Narkotika.