Perjuangan Kiai Amin Wujudkan Kemandirian Ekonomi Para Santri 

Ihya Ulumuddin
Kiai Amin bersama para santri dan keluarga di sawah. (Fathul Ulum).

Selain menghindari terjadinya konflik kepentingan, konsep tersebut dibuat untuk menghilangkan ketergantungan terhadap figur kiai. Sebab, banyak kasus, unit usaha pesantren berhenti gegara kiainya wafat. Sementara penerusnya tidak sefrekwensi. 

“Maka kalau saya ingin bergabung, posisinya sebagai investor. Santri dimodali. Nanti bagi hasil, masing-masing 35 persen pengeloa (santri), pondok 30 persen, investor 35 persen,” katanya. 

Sistem binis tersebut kata Kiai Amin sudah berjalan cukup lama. Itu sebabnya, saat ada donatur yang ingin menyumbang pesantren, diarahkan untuk menjadi investor, sehingga unit usaha cepat berkembang. 

Unit-unit usaha inilah yang dijalankan santri Fathul Ulum sampai sekarang. Karena itu, mereka bisa mendapatkan penghasilan, sehingga tidak lagi bergantung kepada keluarga. 

Kendati santri ikut menjalankan usaha, tugas utama sebagai santri (mengaji) tetap bisa dijalankan dengan baik. Pasalnya, sistem pendidikan di Fathul Ulum sudah tertata dengan baik, sehinggi sekolah tidak terbekalai.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok Tengah, 1 Korban Tewas

57 tahun lalu

Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu

57 tahun lalu

Bidik Basis Santri Jawa Timur, Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW

57 tahun lalu

Santri Ponpes di Pelalawan Kritis Dianiaya Kakak Kelas, Diduga Perkara Nonton Film di HP

57 tahun lalu

PSBM XXVI Jadi Ruang Konsolidasi, Waketum Perindo Dorong Kolaborasi Ekonomi Kerakyatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal