Iqbal mengatakan, bertani menjadi kurikulum wajib di Pondok Pesantren Fathul Ulum di Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang tersebut. Mereka tidak hanya dikenalkan, tetapi juga ikut praktik.
“Satu kelas pegang satu ladang. Mereka bertanggung jawab dari mulai mengolah tanah, menanam hingga memanen,” katanya.
Jenis lahan yang diolah pun bermacam-macam, mulai dari tanaman pangan (padi dan jagung), sayur-sayuran hingga buah. Di tempat itulah mereka ditempa untuk menjadi mandiri.
Asah Skill Santri
Kemunduran pesantren salaf sekitar tahun 2005-2007 membuat pengasuh Pesantren Fathul Ulum KH Ahmad Habibul Amin (Kiai Amin) memutar otak agar Pesantren Fathul Ulum yang baru dirintis tidak bernasib sama. Saat itu banyak pesantren kehilangan kepercayaan masyarakat, hingga sepi peminat.
Penyebabnya, banyak santri lulusan pesantren salaf sulit mendapatkan pekerjaan begitu lulus dari pondok. Hal itu terjadi karena di pesantren salaf hanya ada madrasah diniyah yang khusus mempelajari ilmu agama, terutama kitab-kitab kuning.