Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Katim, dr Joni Wahyuhadi menambahkan bantuan berupa alat PCRmax ini paling lengkap yang pernah diterima Pemprov Jatim.
“Atas seizin Ibu Gubernur, nanti untuk rumah sakit Menur, sebab, pasiennya cukup banyak, yang ringan dan sedang. Apalagi belum punya PCR di sana,” katanya.
Direktur Yayasan Stapa Center, Agus Rahmatullah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Yayasan Stapa Center sebagai mitra dari Sampoerna untuk Indonesia dalam bersinergi dengan pemerintah guna membantu penanganan Covid-19.
“Kita membantu pemerintah provinsi untuk dapat mempercepat pemeriksaan sampel. Sebab, selama ini sampel itu agak lama hasilnya keluar,” ujarnya.
Alat PCRmax yang diberikan Pemprov Jatim, kata Agus, menggunakan open system. “Sistem yang terbuka memungkinkan alat tersebut bisa menerima semua reagen, dan ini akan mempercepat serta memudahkan karena sistem open dengan reagen apapun akan competible. Tujuannya untuk mempercepat pemeriksaan sampel hasil swab,” katanya.
Sementara itu, Direktur RS Jiwa Menur, dr Ilham mengucapkan terima kasih atas bantuan alat tersebut. Ilham mengatakan, saat ini pihaknya masih merawat 84 pasien. Karenanya bantuan alat baru tersebut sangat penting.
“Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan pelayanan di RS Jiwa Menur,” ujarnya.