Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya siap mengawal dan mendukung sepenuhnya upaya Pemprov Jatim untuk mengendalikan, dan menekan laju penularan Covid-19 di Jatim. Bahkan, pihaknya juga akan menginstruksikan jajarannya untuk menjaga dan mengamankan seluruh RS-RS rujukan di Jatim.
Menurut Kapolda Fadil Imran, pengamanan itu akan lebih diperkuat lagi guna menjaga kemungkinan adanya oknum masyarakat yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Contohnya, memaksa mengambil secara paksa jenazah pasien Covid-19, kemudian membuka dan memakamkan jenazah tersebut tanpa menerapkan protokol pemakaman Covid-19.
“Kami sudah memerintahkan kepada para Kapolres, untuk menempatkan personelnya di RS rujukan selama satu kali 24 jam. Setelah rapat hari ini, kembali saya akan tekankan untuk pengamanan itu. Jadi, saya berharap para tenaga kesehatan bisa bekerja dengan tenang, kami yang nanti akan mengawal keamanannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah meminta seluruh jajarannya untuk tidak henti-hentinya memberikan pemahaman pentingnya menjaga protokol kesehatan kepada masyarakat. Namun dengan cara yang humanis. Diakuinya, hal tersebut tidak mudah, tapi cara itu harus tetap dilakukan guna menyelamatkan nyawa manusia.
Dia menceritakan pengalamannya yang hampir setiap hari berolahraga pagi di lapangan Makodam V/Brawijaya. Dia melihat banyak anak muda belum disiplin memakai masker. Melihat itu, dia lantas membagikan masker kepada mereka dan saat itu memang langsung dipakai.
"Tapi hari berikutnya, ada yang kembali tidak memakai masker, lalu saya berikan masker lagi, dan saya ajak dialog. Kita harus sabar, karena ini untuk keselamatan mereka,” ujarnya.