Presiden juga meminta Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus mengomandani RS Darurat Covid-19 di Surabaya. Sebelumnya, pihaknya juga sudah memiliki sistem informasi, seperti update data real time hal-hal yang terjadi di RS melalui gadget yang dititipkan di tiap-tiap RS rujukan di Jatim.
"Update data tersebut akan diintegrasikan dengan sistem rujukan yang dikomandani Pangkogabwilhan II,” ujarnya.
Panglima Kogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus menjelaskan cara kerja sistem rujukan satu pintu, yakni masing-masing RS rujukan memiliki Person In Charge (PIC). Tugas dari PIC tersebut menginformasikan apakah RS-nya bisa menerima pasien Covid-19, serta memperbarui data kepada command center di RS Darurat Jalan Indrapura.
Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jadi, jika ada pasien di RS yang akan dirujuk ke RS lainnya, command center akan menghubungkan kedua RS tersebut, lalu memastikan ketersediaan bed, dan mengarahkan pasien akan dirujuk ke mana.
"Diharapkan pendistribusiannya lebih baik dan lebih cepat, sehingga tidak terjadi penumpukan,” katanya.