Panglima TNI: Walau Sudah Divaksin, Protokol Kesehatan Tetap Senjata Utama Hadapi Covid-19

Kastolani Marzuki
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kembali memimpin Serbuan Vaksinasi bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta masyarakat di Kota Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kembali memimpin Serbuan Vaksinasi bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta masyarakat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Vaksinasi digelar di Puskesmas Kecamatan Gayungan dan Mapolda Jatim. 

Panglima TNI kembali menegaskan kepada masyarakat agar tidak lengah walaupun telah divaksin. Masyarakat harus tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

"Walaupun telah divaksin, masker tetap digunakan dengan benar. Protokol kesehatan harus tetap menjadi bagian dari kebiasaan kita sehari-hari karena disiplin protokol kesehatan adalah senjata utama kita melawan Covid-19," kata Panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kembali memimpin Serbuan Vaksinasi bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta masyarakat di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Adapun jumlah warga yang mendapat vaksinasi di Puskesmas Gayungan sebanyak 150 orang. Sementara vaksinator yang dilibatkan 27 tenama medis, masing-masing 15 orang dari Dinas Kesehatan, 4 orang dari TNI AD, 4 orang dari TNI AL, dan 4 orang dari Polri.

Panglima TNI dan Kapolri melanjutkan kegiatan menuju Mapolda Jatim meninjau agenda vaksinasi bagi prajurit TNI dan anggota Polri. Sebanyak 860 personel TNI-Polri menjadi target vaksinasi, yakni 710 personel TNI dan 150 personel Polri, dengan melibatkan 27 vaksinator TNI-Polri.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal