Mengejutkan! Keluarga Syodanco Supriyadi Buka Misteri Pemberontakan PETA di Blitar

Solichan Arif
Suroto (84) adik Syodanco Supriyadi saat menghadiri FGD penyusunan komik tentang Perjuangan Tentara PETA Blitar. (foto/solichan arif)

Diduga latihan gabungan sengaja digelar setelah Jepang mencium informasi adanya rencana gerakan makar dari Blitar. “Itu awalnya latihan gabungan di Tuban, bukan pemberontakan,” kata Suroto.

Yang terjadi kemudian, pada saat perjalanan menuju Tuban, kata Suroto, Syodanco Supriyadi dan pasukannya tiba-tiba diperintahkan kembali ke Blitar. Di saat yang sama Supriyadi mendengar informasi dirinya bakal ditangkap Jepang.

Diduga untuk menghindari penangkapan, menurut Suroto, pasukan PETA Blitar yang dipimpin Supriyadi tidak kembali ke barak, melainkan menuju hutan maliran di wilayah Kecamatan Ponggok.

Pasukan Jepang kemudian melakukan penyerbuan, dan terjadi pembantaian besar-besaran. Suroto mengaku heran kenapa peristiwa pembantaian di mana diduga Supriyadi turut terbunuh, tidak diceritakan dalam sejarah pemberontakan PETA Blitar.

Dia mengaku sudah menyampaikan peristiwa Maliran itu ke pemerintah, namun tidak pernah ada tindak lanjut. “Cerita ini sudah pernah saya sampaikan,” katanya. 

Pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar mengatakan semua informasi yang disampaikan dalam FGD akan menjadi pengetahuan baru tentang sejarah Pemberontakan PETA Blitar.

Cerita-cerita yang terungkap menambah pengayaan sejarah PETA Blitar, khususnya terkait Syodanco Supriyadi.

Seperti yang tertulis dalam sejarah, pasca Pemberontakan PETA Blitar nasib Syodanco Supriyadi menjadi misteri. Tidak ada kepastian apakah putra Bupati Blitar Darmadi itu tewas dalam pemberontakan atau masih hidup.

Pada awal kemerdekaan Presiden Soekarno menunjuk Supriyadi menjadi Menteri Pertahanan Keamanan, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir.  

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pekerja Migran asal Kebumen Tewas Ditikam di Jepang, Keluarga Minta Jenazah Dipulangkan

57 tahun lalu

DPRD DIY Usul Gelar Pahlawan Nasional bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

57 tahun lalu

Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Resmikan Groundbreaking Museum Buruh

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal