"Contohnya berorasi menebar ujaran kebencian terhadap pemerintahan yang sah serta kebencian terhadap kelompok tertentu. Sehingga mengakibatkan permusuhan antarsesama anak bangsa," kata Syahroni.
Dia menyebut, kehadiran Ahmad Dhani, Neno Warisman dan Ratna Sarumpaet menjadi ikon kontrovesi, setidaknya dalam dua tahun terakhir. "Pernyataan-pernyataan mereka kerap melawan arus dan menimbulkan konflik dan menyebabkan rasa curiga sehingga masyarakat menjadi terkotak-kotak," katanya.
Bahkan, kata Syahroni, Amhad Dhani sering mengeluarkan ujaran-ujaran provokatif yang merendahkan kewibawaan Presiden Joko Widodo. Sehingga kelompok mahasiswa dan kaum intelektual hingga masyarakat umum yang ingin bergabung menjadi ragu-ragu.
Salah satunya, adalah ucapan Ahmad Dhani yang menyebut para pendemo #2019GantiPresiden adalah idiot. Ucapan tersebut disampaikan Ahmad Dhani saat berada di Hotel Majapahit dan viral.
Vlog itu pula yang lantas memantik reaksi keras masyarakat Jawa Timur, hingga berujung pelaporan oleh Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim. Karena itu, pihaknya mendukung upaya kepolisian untuk menhusut. Sebab, selain tidak beretika, ujaran tersebut juga menimbulkan kebencian.
"Merendahkan sesama anak bangsa teruatama warga Jawa Timur tidaklah etis. Apalagi Ahmad Dhani merupakan musisi dan Kader salah satu parpol yang seharusnya lebih menjaga marwah, akhlak dan tutur katanya," katanya.