SURABAYA, iNews.id - Lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sarung tangan lateks ramah lingkungan. Bahan alami yang mereka gunakan berasal dari pati sagu, limbah kulit udang, dan daun jambu biji.
Kelimanya mahasiswa tersebut yakni Ahmad Fahmi Prakoso, Wildan Muhammad Mursyid, Dewi Setiyaningsih, Edo Danilyan, dan Bethari Auchenfloretta. Melalui bimbingan dosen Teknik Material dan Metalurgi ITS Azzah Dyah Pratama, mereka mampu menggagas sarung tangan lateks dengan memanfaatkan bahan alami yang murah dan melimpah.
Pati sagu sengaja digunakan karena zat tersebut memiliki sifat yang mudah terurai. Sagu juga memiliki kadar pati paling tinggi dibandingkan sumber karbohidrat lain. Lalu, daun jambu biji mengandung tanin yang dapat mengikat protein penyebab alergi.
“Adapun limbah kulit udang digunakan karena memiliki zat kitosan yang bersifat antibakteri,” kata salah seorang mahasiswa pengagas, Ahmad Fahmi Prakoso, Jumat (12/3/2021).
Fahmi mengatakan, sarung tangan berbahan alami itu sengaja mereka ciptakan untuk mengatasi dampak limbah medis, terutama selama pandemi. Apalagi, stok bahan tersebut juga melimpah dan pemanfaatannya yang masih terbatas. “Kami melihat semua bahan itu berpeluang dan memiliki kelebihan, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik,” tutur Fahmi.