Mahasiswa ITS Ciptakan Sarung Tangan Lateks dari Sagu dan Daun Jambu

Yudha Prawira
Tiga mahasiswa ITS menunjukkan hasil inovasinya membuat sarung tangan berbahan sagu, jumat (12/3/2021). (istimewa).

Ahmad Fahmi Prakoso, mengatakan munculnya inovasi sarung tangan lateks bermula pada meningkatnya penggunaan sarung tangan tersebut untuk kebutuhan medis. Penggunaan lateks yang pada umumnya berbahan dasar plastik ini dapat mencemari lingkungan tanah dan air laut. 

“Apalagi ketika pengelolaannya dilakukan dengan kurang tepat,” katanya, Jumat (12/3/2021). 

Fahmi memaparkan, lateks yang kerap dipakai memiliki komposisi zat yang sulit untuk terurai, seperti karet. Tidak hanya itu, lateks juga dapat menyebabkan alergi kulit karena tingginya kandungan protein yang ada di dalamnya. Zat kimia yang menyusunnya pun bersifat toksik. 

“Pembuatannya juga menggunakan amonia, sehingga limbahnya dapat merusak lingkungan,” ujarnya. 

Berdasarkan hal tersebut, Fahmi beserta anggota tim lainnya menggagas sebuah inovasi terkait penggunaan lateks yang ramah lingkungan. Lateks tersebut memiliki sifat mekanik yang sama, tetapi zat penyusunnya tidak menyebabkan alergi bagi kulit. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Targetkan Kota Nol Sampah, Proyek Ramah Lingkungan Wali Kota Madiun Diapresiasi Dunia

57 tahun lalu

Praktis dan Higienis, Pakai Sabun Cuci Tangan Strawberry Segar Refill

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Giselle, Wisudawan Termuda di ITS Usia 19 Tahun Raih IPK 3,71

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Amiera dan Naura, Mahasiswa Termuda ITS Jalur SNBP Berusia 16 Tahun

57 tahun lalu

Harga Beras di Pasar Mentok Hari Ini Mulai Turun Rp3.000 per Karung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal