Sayangnya, permintaan pelaku tidak diindahkan korban. Dia tetap tinggal di rumah tersebut bersama suami barunya, SP (42). Hal itu dikarenakan bangunan rumah itu didirikan di atas lahan yang masih hak milik orang tua WHY.
"Mobil tiga unit, mulai dari Nissan X-trail, Honda Jazz, dan pikap sudah dikuasai dia. Mobil-mobil itu dijual, lalu dibelikan mobil baru Daihatsu Sigra itu. Ini kok rumah mau dikuasai juga," kata MS.
Tak terima dengan kelakuan mantan istrinya itulah, MS yang warga Jepun, Tulungagung itu akhirnya kalap dan melabrak WHY dan SP. Awalnya, pelaku bermaksud mengusir mantan istrinya itu berikut suami barunya agar keluar dari rumah menggunakan linggis. Pelaku berniat akan memberikan rumah tersebut pada kedua anak kandungnya.
Awalnya, tersangka bermaksud merusak kendaraan Daihatsu Sigra namun ditahan oleh korban menggunakan tangan kosong. “Akibatnya korban mengalami luka robek di bagian lengan," kata Pandia.
Amuk MS sempat dicoba diredam warga sekitar. Kesempatan itu dimanfaatkan WHY dan SP untuk kabur menghindari amukan MS.