Mobil tersebut diketahui milik seorang kontraktor yang tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung program PHTC di lingkungan sekolah.
Akibat kejadian ini, sejumlah siswa mengalami cedera cukup berat, termasuk cedera tulang. Hingga kini, empat siswa masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Empat siswa masih menjalani perawatan intensif. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan,” katanya.
Seluruh korban saat ini masih dalam penanganan tim medis, sementara pihak sekolah terus berkoordinasi dengan keluarga korban.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Bojonegoro masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Kasus ini masih didalami oleh tim Reskrim,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian Nur Pratama.