Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : Tegas! KAI Semarang Tutup 41 Pelintasan Liar dari Tegal hingga Blora
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam setelah menewaskan 16 orang dan melukai 91 lainnya. Insiden tragis ini terjadi saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL Cikarang Line yang sedang berhenti.

Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah. Sebagian besar korban dilaporkan terjepit di dalam gerbong, sehingga proses evakuasi berlangsung sulit dan memakan waktu cukup lama.

Petugas gabungan harus bekerja ekstra hati-hati untuk menyelamatkan korban yang masih hidup. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, sementara identifikasi korban meninggal masih dilakukan oleh tim RS Polri.

Presiden Prabowo Subianto langsung merespons cepat insiden tersebut dengan meninjau korban di RSUD Kota Bekasi. Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi. Pemerintah disebut akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk pembangunan flyover serta pos penjagaan di perlintasan sebidang.

Langkah ini dinilai penting mengingat masih banyaknya perlintasan sebidang di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, yang mencapai sekitar 1.800 titik dan sebagian besar sudah ada sejak masa kolonial.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut