KRI Nanggala-402 Tenggelam, Keluarga Lettu Ady Sonata di Blitar Terus Berdoa Menanti Mukjizat 

Solichan Arif
Foto Lettu Ady Sonata, salah satu personel KRI Nanggala-402 yang terakhir pulang ke Blitar pada Desember 2020 lalu. (Foto: Istimewa) 

Kecuali ziarah ke makam ibunya dan silaturahmi ke keluarga, Lettu Sona jarang ke Blitar. Kesibukan kerja yang membuat Sona jarang mengunjungi rumah peninggalan orang tuanya. Rumah bercat biru itu bersebelahan dengan rumah Juwairi. 

"Rumah orang tua Sona kosong karena tidak ada yang menempati," kata Widya.

Lettu Sona terakhir datang ke Dusun Glondong pada Desember 2020 bersama anak dan istrinya. Lettu Sona terakhir berkomunikasi sebelum tanggal 10 April, yakni sebelum bertugas melakukan latihan kapal selam KRI Nanggala-402.

Sona menelepon ibu Widya, yang intinya minta doa restu sekaligus mengabarkan  hendak memulai tugas latihan di kapal selam Nanggala. Sejak ibunya meninggal, Sona menganggap ibu Widya yang juga budenya, sebagai ibunya.  Setiap hendak memulai sesuatu yang berkaitan dengn kerja, kata Widya, adik sepupunya tersebut selalu meminta doa restu. 

"Kebetulan yang menerima telponnya saya. Minta bicara ke bude (Ibu Widya). Dalam pembicaraan intinya minta doa restu agar diberi keselamatan dan kelancaran," kata Widya. 

Karena itu, begitu mendengar kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali, keluarga di Blitar terkejut. Kabar pertama kali disampaikan Lettu Toha, ayah Sona. 

Lettu Toha mendapat informasi pertama kali dari Isman, adik kandung Toha yang bertugas di KRI dan sejak awal ikut mencari keberadaan KRI Nanggala-402. Menurut Widya, dari institusi TNI ada instruksi kepada keluarga personel Nanggala 402 untuk menunggu kabar lanjutan para petugas yang sedang melakukan pencarian. 

"Karenanya yang kita lakukan hanya berdoa dan terus memantau perkembangan pemberitaan media," kata Widya. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 400 Karung Pakaian Bekas Ilegal di Perairan Batubara

57 tahun lalu

Hebat! PT PAL Pangkas Waktu Produksi Kapal Perang 2 Tahun Jadi 6 Bulan

57 tahun lalu

Hebat! TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Makassar

57 tahun lalu

Misteri Penyebab Kematian Tamtama TNI AL, Keluarga Terkejut saat Buka Peti Jenazah

57 tahun lalu

Kematian Tamtama TNI AL Ghofirul Kasyfi Dinilai Janggal, Keluarga Desak Autopsi Jasad Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal