Kisah Kemunculan Cahaya Terang Melesat dari Makam Bung Karno Menuju Candi Penataran

Solichan Arif
Fatmawati bersama Guntur dan istrinya saat berada di Makam Bung Karno. (Foto: Repro)

Pesan surat wasiat yang ditulis Bung Karno pada 24 Mei 1965 lebih jelas : Tempat kuburan bersama itu telah saya tentukan, yaitu di Kebun Raya Bogor dekat bekas kolam permandian yang membukit. Kepada jurnalis Cindy Adam dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Bung Karno kembali mengutarakan wasiat yang sama. 

Bung Karno mengatakan tidak ingin dikuburkan seperti Gandhi (Mahatma Gandhi). Baginya kuburan Gandhi dengan berbagai hiasan dari Pandit Jawaharlal Nehru, terlalu mewah. Bung Karno menginginkan makamnya nanti berada di bawah pohon rindang, dikelilingi alam sekitar yang indah, di samping sungai serta di antara bukit yang berombak-ombak. 

"Dan aku ingin rumahku yang terakhir ini terletak di sekitar Kota Bandung di tengah daerah Priangan yang sejuk dan nyaman, berlembah dan bergunung serta subur, di mana aku pertama kali bertemu petani Marhaen," kata Bung Karno dalam Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat. 

Didahului memburuknya kesehatan pada 20 Juni 1970, sesuai komunike medis tim dokter yang diketuai Prof Dr Mahar Mardjono, tepat pukul 07.00 WIB tanggal 21 Juni 1970, Bung Karno wafat. Saat jenazah masih disemayamkan di Wisma Yaso, sejumlah tokoh berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. 

Terlihat hadir Jendral AH Nasution, Buya Hamka, Prof Sumitro dan Jendral Sarwo Edi. Dari keluarga tampak mantan istri Bung Karno, Inggit Garnasih yang langsung datang dari Bandung. Kemudian Haryati, Yurike Sanger, Ratna Sari Dewi yang duduk bersebelahan dengan Hartini. 

Sementara Fatmawati hanya mengirim karangan bunga duka cita yang bertuliskan : "Cintamu selalu menjiwai rakyat. Cinta Fat". Namun jenazah Bung Karno gagal dimakamkan di tempat sesuai dengan surat wasiatnya. Sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1970, Presiden Soeharto menetapkan tempat makam jenazah almarhum Bung Karno di Blitar. 

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Blitar Jatim, Cek Kekuatannya

57 tahun lalu

Bejat! Pendeta di Blitar Cabuli 3 Anak Selama 2 Tahun, Modus Beri Imbalan

57 tahun lalu

Mengenal Keroncong, Musik Kesukaan Bung Karno yang Dipromosikan hingga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Blitar Gempar, Warga Temukan Bayi Menangis dalam Kardus di Pekarangan Rumah

57 tahun lalu

Blitar Heboh Temuan 11 Kotak Amal di Pinggir Sungai, Diduga Dicuri lalu Dibuang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal