“Tak ada yang memimpin lagu, sehingga suara yang dihasilkan terdengar sumbang,” dikutip dari buku Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka.
Tepat pukul 10.00 WIB, usai pengibaran bendera merah putih, suasana berubah menjadi hening dan mencekam.
Bung Karno mengeluarkan kertas yang terlipat dari saku jasnya. Sebelum membaca naskah Teks Proklamasi yang telah diketik dan dibubuhi beberapa coretan, Bung Karno memberi pidato pengantar.
Dalam 'Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka' disebutkan semua berlinang air mata bahagia setelah pembacaan Teks Proklamasi.
Fatmawati tiba-tiba memeluk SK Trimurti. Keduanya berangkulan dengan menangis tersedu-sedu.