Fatmawati sang penjahit bendera pusaka Merah Putih pada akhir tahun 1944. Dia menjahit bendera dengan ukuran 2x3 meter saat hamil tua putra pertamanya, Guntur Soekarnoputra.
Semua yang hadir dan mengikuti Proklamasi Kemerdekaan itu juga saling berpelukan sekaligus berurai air mata haru. Indonesia telah merdeka.
“Pokoknya, semua semua menangis,” kenang Fatmawati seperti dikutip dari buku 'Berkibarlah Benderaku Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka'