Artinya: "Alif Laam Miim (1) Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (2) (voitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (3)" (QS. Al-Baqarah: 1-3).
Ketika kondisi umat sedang terpuruk, kepedulian sosial justru lebih dibutuhkan. Dengan berpuasa, kaum Muslimin diharapkan mampu mengasah kepeduliannya terhadap sesama.
4. Kejujuran
Kita belajar kejujuran dengan melaksanakan ibadah puasa. Berada di manapun, kita tetap memelihara. puasa. Baik saat berada di tengah keramaian, di tempat sepi, di masjid, di kantor, dan tempat-tempat lainnya, kita tetap jujur bahwa kita sedang berpuasa.
Bahkan, saat berada di dalam kamar-kamar blok rutan ini, di mana bayak godaan untuk membuat kita tidak berpuasa, namun kita tetap memelihara puasa. Kendati dalam keadaan haus, meski di atas meja tersedia minuman segar, kita tak meminumnya. Kita jujur di mana pun berada. Moralitas ini seharusnya membekas dalam pribadi kita. Jujur di mana pun, dalam kondisi apa pun.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah,
Begitu pentingnya kita memelihara sikap jujur lantaran ia adalah induk kebaikan. Kejujuran akan membawa kebaika- kebaikan yang lain. Sebaliknya, berbohong merupakan cikal bakal kejahatan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: