Dengan merasakan pengawasan dari Allah, insya Allah kita akan terjaga dari perbuatan-perbuatan tercela dan sebaliknya termotivasi untuk selalu berbuat kebaikan. Kita akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, karena kita sadar sedang dilihat Tuhan. Betapa senangnya saat bekerja diawasi oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Tuhan pemilik jagad raya ini.
5. Sabar
Ketika disebutkan kata sabar, sering kali yang terlintas di benak kita adalah keteguhan menghadapi penderitaan. Padahal, dalam bukunya "Umdatul ash-Shobirin wa Umdatu asy-Syaakiriin, Ibnu Qayim al-Jauziyah menyebutkan, medan sabar terletak pada tiga tempat. Sabar terhadap ketaatan kepada Allah, sabar dari larangan, dan sabar terhadap musibah yang ditakdirkan Allah.
Ketiga dimensi kesabaran tersebut pernah diwasiatkan oleh Luqman kepada anaknya, sebagaimana difirmankan oleh Allah:
يابني أقم الصلاة وأمرُ بِالْمَعْرُوفِ وَإِنَّهُ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْيرُ عَلَى مَا
أصابك ... (لقمان : ۱۷)
Artinya: "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhich (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu." (QS. Lukman: 17).