Keikhlasan dapat memberikan kekuatan rohani. Jiwal orang yang ikhlas tak bisa dikalahkan dengan kekuatan apa. pun. la akan mempunyai benteng pertahanan kokoh dan tak terkalahkan. Apa yang dialami para sahabat saat berperang melawan musuh cukup menjadi bukti. Walaupun juinlah mereka jauh lebih sedikit dibanding lawan, namun kekuatan rohani yang dibentuk oleh keikhlasan, membuat mereka mampu menaklukkan musuh yang berlipat ganda.
Dengan kekuatan tersebut, orang yang berbuat ikhlas mampu melakukan ibadah secara berkesinambungan. Orang yang beramal sebatas untuk mencukupi kebutuhan makannya, akan menghentikannya jika tidak mendapatkan apa yang mengenyangkan perutnya. Orang yang beramal karena mengharap ketenaran atau kedudukan, akan bermalas-malasan jika mengetahui harapannya kandas.
Orang yang beramal lantaran mencari muka di hadapan. pemimpin, akan berhenti jika atasannya dipecat atau meninggal. Sedangkan orang yang beramal karena Allah, tidak akan memutuskan amalnya sampai kapanpun. Sebab yang mendorongnya untuk beramal tak akan pernah punah selamanya.
2. Disiplin
Sikap disiplin bisa kita petik langsung dari ibadah shaum. Meski makanan masih banyak terhidang, perut masih bisa menampung makanan, tapi kalau adzan Shubuh sudah berkumandang, tak satupun dari makanan itu yang berani kita makan. Kita belajar disiplin, tidak berani melanggar. Begitu juga dengan saat berbuka.
Meski perut melilit lapar, kerongkongan kering kehausan, walau waktunya tinggal dua menit dan makanan sudah tersaji, kita takkan memasukkan sedikitpun makanan itu sampai adzan Magrib terdengar. Kita belajar disiplin. Kita "dididik" bagaimana menjadi orang yang taat aturan.