Kedelai Mahal, Perajin Tempe di Mojokerto Terpaksa Kurangi Ukuran

Sholahudin
Perajin tempe di Mojokerto terpaksa mengurangi ukuran menyiasati harga kedelai yang tinggi. (Sholahudin).

MOJOKERTO, iNews.id - Kenaikan harga kedelai sejak dua minggu terakhir membuat para perajintempe di Mojokerto kelimpungan. Mereka bahkan terpaksa mengurangi adonan dan ukuran tempe agar tetap bisa berproduksi dan tidak merugi. 

Cara ini dilakukan salah seorang perajin tempe di Desa Tambak Agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Abdul Hadi. Dia mengaku terpaksa harus memutar otak karena harga kedelai terus merangkak naik hingga menembus angka Rp12.000 per kilogram. 

Hadi mengatakan, semula harga kedelai hanya Rp10.000 per kilogram. Namun, sejak dua minggu lalu, harga naik menjadi Rp12.000 per kilogram. "Akhirnya terpaksa adonannya dikurang," katanya. 

Hadi menyebutkan, untuk tempe ukuran panjang dan lebar biasanya dibuat dengan delapan centong ke cetakan. Namun, setelah harga kedelai naik, jumlahnya dikurangi menjadi tujuh centong.

Sedangkan untuk ukuran lonjong, dikurangi menjadi empat centong dari sebelumnya lima centong. Selain mengurangi adonan, ukuran tempe juga diperkecil untuk menyeimbangkan ongkos produksi.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perajin Kostum Karnaval di Tuban Mengeluh, Agustus Tahun Ini Sepi Pesanan

57 tahun lalu

Banjir Pesanan Lampion Jelang HUT RI, Perajin di Malang Raup Cuan Puluhan Juta

57 tahun lalu

Atikoh Sebut Ganjar-Mahfud Akan Kembalikan Fungsi Bulog untuk Jaga Stabilitas Pangan

57 tahun lalu

Perajin Ukiran Berharap Ganjar Kembalikan Kejayaan Jepara yang Dijuluki Kota Ukir Dunia

57 tahun lalu

Perajin Emping Menes di Pandeglang Doakan Mahfud MD Jadi Pemimpin Adil 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal