Kedelai Mahal, Perajin Tempe di Mojokerto Terpaksa Kurangi Ukuran

Sholahudin
Perajin tempe di Mojokerto terpaksa mengurangi ukuran menyiasati harga kedelai yang tinggi. (Sholahudin).

Tempe buatan Hadi memang terbilang laris. Dibantu empat karyawan serta anak dan istrinya, sehari dia mampu memproduksi 150 kilogram tempe dengan berbagai macam ukuran. 

Tempe-tempe itu lalu dijual ke Pasar Legi, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Tempe dijual dengan harga Rp12.000 per biji untuk tempe model plastik lonjong. Sedangan untuk ukuran panjang dan lebar dijual dengan harga Rp60.000 per lembar. 

Abdul Hadi mengaku selain kedelai yang naik, penjualan di pasar juga menurun. Namun dia tak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga tersebut. "Tapi enggak tahu kenapa merosot. Mungkin daya beli masyarakat turun," katanya. 

Dia berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi mahalnya harga kedelai. Sebab, jika naik terus, para perajin tempe seperti dirinya terancam bangkrut karena tidak berani menaikkan harga di pasar. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perajin Kostum Karnaval di Tuban Mengeluh, Agustus Tahun Ini Sepi Pesanan

57 tahun lalu

Banjir Pesanan Lampion Jelang HUT RI, Perajin di Malang Raup Cuan Puluhan Juta

57 tahun lalu

Atikoh Sebut Ganjar-Mahfud Akan Kembalikan Fungsi Bulog untuk Jaga Stabilitas Pangan

57 tahun lalu

Perajin Ukiran Berharap Ganjar Kembalikan Kejayaan Jepara yang Dijuluki Kota Ukir Dunia

57 tahun lalu

Perajin Emping Menes di Pandeglang Doakan Mahfud MD Jadi Pemimpin Adil 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal