Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aksi Bejat Oknum Kiai di Jepara Cabuli Santriwati Terbongkar dari Chat WA
Advertisement . Scroll to see content

Perajin Ukiran Berharap Ganjar Kembalikan Kejayaan Jepara yang Dijuluki Kota Ukir Dunia

Rabu, 03 Januari 2024 - 04:14:00 WIB
Perajin Ukiran Berharap Ganjar Kembalikan Kejayaan Jepara yang Dijuluki Kota Ukir Dunia
Perajin ukiran di Desa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah mengeluhkan akses permodalan kepada calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

JEPARA, iNews.id - Perajinukiran di Desa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah mengeluhkan akses permodalan kepada calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo. Para perajin juga berharap Ganjar dapat memperbaiki kondisi ekonomi sehingga kejayaan Jepara yang dijuluki Kota Ukir kelas dunia dapat kembali bangkit.

Selama ini, akses permodalan yang selalu menjadi kendala untuk kegiatan produksi. Pengerajin ukiran hanya mendapatkan bantuan permodalan dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon yang beragam. 

“Makanya perlu bantuan modal dari lainnya, ini rata-rata permodalannya yang kurang. Kalau cuma Rp5 juta, Rp10 juta, Rp15 juta diberikan bertahap, sudah habis buat bayar pekerja sama beli kayu. Jadi tidak bisa menjual, ya kita berhenti. Kalau pakai KUR sudah mentok,” ujar salah seorang perajin kepada Ganjar.

Alasan tambahan modal tersebut, disebabkan karena adakalanya konsumen dalam jumlah yang banyak, akan tetapi kurang akibat tidak bisa membeli bahan baku. Alhasil kebutuhan pesanan konsumen tidak bisa dipenuhi. 

“Kita tidak bisa Pak Ganjar karena terbentur modal,” ucap perajin.

Jumlah perajin ukir mebel di Blimbingrejo mencapai 100 orang, dengan rata-rata perajin memiliki 5-10 pekerja. Padahal, dari teknik pemasaran, para perajin sudah mengandalkan metode online melalui media sosial seperti Facebook ataupun whatsapp. Ada bagian yang memasarkan, ada yang bagian produksi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut