KEDIRI, iNews.id – Pihak pondok pesantren (Ponpes) PPTQ Al Hanifiyyah, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri akhirnya buka suara terkait kasus seorang santri asal Banyuwangi yang tewas diduga dianiaya empat temannya.
Awalnya korban dilaporkan meninggal karena terjatuh di kamar mandi, namun keluarga curiga setelah melihat kondisi jenazah yang terdapat luka lebam.
Dalam video yang beredar, terekam reaksi histeris keluarga saat jenazah santri berinisial BBM (14) tiba di rumah duka di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.
Pengasuh Ponpes Al Hanifiyyah, Fatihunada mengaku tidak menyangka ada tindak penganiayaan yang dialami santrinya. Gus Fatih mengaku awalnya mendapat laporan ada seorang santri meninggal di rumah sakit karena terpeleset di kamar mandi.
"Saya dapat laporan anak itu jatuh terpeleset di kamar mandi lalu dibawa ke rumah sakit lalu meninggal. Saya percaya informasi itu karena kakaknya yang bilang. Saya gak tahu sama sekali dan menduga jika ada kejadian ini (dugaan penganiayaan)," ujar Fatihunada, Senin (26/2/2024).